​5 Cara Menyimpan Tempe Agar Awet, Wajib Tahu

​Apa tempe yang menguning masih bisa diolah?

​5 Cara Menyimpan Tempe Agar Awet, Wajib Tahu

penulis:

Anna Novita Rachim

Bagikan:

Siapa yang tidak kenal tempe? Yup, makanan fermentasi kacang kedelai ini sangat digemari banyak kalangan. Selain rasanya yang lezat, tempe juga sering dijadikan alternatif daging untuk para vegetarian.

Pada umumnya, makanan yang diolah secara fermentasi bisa tahan lama di kondisi suhu yang tepat. Makanan fermentasi adalah makanan yang diolah dengan mencampurkan mikroba baik yang tidak membuat makanan jadi rusak. Meskipun termasuk makanan awet, tempe perlu disimpan dengan cara yang tepat agar tetap terjaga kesegarannya. 

Bagaimana cara menyimpan tempe yang tepat? Berikut Yummy App membagikan beberapa cara menyimpan tempe di kulkas agar tetap awet. Disimak ya, Sobat Yummy!

1. Pilih tempe dengan kualitas baik

potongan tempe
ilustrasi potongan tempe (flickr.com/karinm)

Langkah pertama dalam rekomendasi cara menyimpan tempe kali adalah memilih tempe yang memiliki kualitas baik.

Ketika hendak membeli tempe untuk dikonsumsi dalam waktu yang lama, alangkah lebih baiknya kamu memilih tempe dengan kualitas baik. Tempe yang masih segar umumnya memiliki wangi yang khas dan serabut putih karena proses fermentasi. Jangan memilih tempe yang baunya sudah tidak sedap dan warnanya tidak lagi putih. 

Supaya proses pemilihan tempe lebih mudah, kamu bisa membeli tempe yang dibungkus dengan plastik bening. Dengan begitu, kamu bisa melihat keadaan tempe dari luar saja. Bukan hanya itu, tempe yang dikemas dengan plastik bening juga dapat memperpanjang umur tempe, lho!

Selain itu, jika memungkinkan pilihlah tempe dengan bahan dasar kedelai non-GMO (non-transgenik). Secara harfiah, non-GMO berarti produk yang dibuat tanpa organisme yang telah direkayasa secara genetika. Tempe non-GMO adalah yang dibuat tanpa adanya proses rekayasa genetika atau berasal dari kedelai yang tumbuh secara natural.

2. Perhatikan waktu penyimpanan tempe

2. Perhatikan waktu penyimpanan tempe
Ilustrasi tempe segar (flickr.com/emmagalloway)

Setelah memilih tempe terbaik, langkah kedua dalam cara menyimpan tempe yang tepat adalah kamu perlu memperhatikan waktu penyimpanan tempe. Sama seperti makanan lainnya, waktu penyimpanan tempe akan berbeda tergantung dari kondisinya. Berikut beberapa info ketahanan tempe berdasarkan kondisinya.

  • Tempe yang dibeli dan belum dibuka kemasannya akan bertahan selama 5 hari di dalam lemari es.
  • Tempe mentah akan tetap segar disimpan di dalam lemari es selama 7-10 hari, baik itu disimpan di dalam wadah kedap udara atau di dalam wax paper.
  • Tempe mentah yang disimpan di dalam wadah kedap udara dan dibiarkan di suhu ruang akan bertahan selama 2 hari. 
  • Tempe yang sudah diolah akan tetap enak disimpan di lemari es dalam wadah kedap udara selama 5-7 hari.

Baca Juga: 3 Tips Praktis Menyimpan Ayam di Kulkas Agar Tetap Segar!

3. Pastikan suhu penyimpanan aman

tempe di suhu ruang
ilustrasi tempe di suhu ruang (flickr.com/peterolin)

Ketika kamu membeli tempe di supermarket, biasanya tempe akan dibungkus plastik. Jika begitu, pilih tempe dengan tampilan paling segar dan disimpan di tempat yang paling sejuk. Perlu kamu ingat, kalau tempe yang disimpan di tempat dingin sekalipun bakterinya masih akan tetap aktif. Inilah mengapa tempe yang kamu punya bis menua dan menguning. 

Supaya saat tempe disimpan tetap segar dan awet, pastikan suhu ruang dan suhu lemari es ada di kategori aman. Untuk penyimpanan yang ideal, suhu ruang yang kering harus berada pada kurang lebih 25 derajat Celcius. Sementara suhu lemari es harus kurang dari 4 derajat Celcius dan freezer kurang dari -18 derajat Celcius. 

Jika kamu menyimpan makanan di suhu yang tidak sesuai, maka kemungkinan besar makanan tersebut lambat laun akan ditumbuhi bakteri.

4. Cara menyimpan tempe yang tepat

tempe yang disimpan di kulkas
ilustrasi tempe (flickr.commikeysklar)

Ada tiga cara menyimpan tempe yang bisa kamu coba gunakan di rumah. Berikut ini cara menyimpan tempe yang tepat.

Simpan tempe di suhu ruang

Seperti yang kita tahu, tempe adalah makanan yang masih memiliki makhluk hidup di dalamnya. Saat proses fermentasi, tempe akan terasa hangat ketika disentuh. Hal ini dikarenakan jamur miselium yang masih tumbuh disekitar kacang. Alhasil, tempe akan terus menguning dan menua.

Nah, proses fermentasi inilah yang membuat kamu harus memperhatikan cara menyimpan tempe. Untuk memperlambat proses fermentasi, kamu bisa menggunakan kantong yang dapat ditutup seperti ziplock. Kantong kedap udara seperti ini akan menyelamatkan tempe dari proses fermentasi yang terus terjadi. 

Pastikan tempe dalam keadaan kering sebelum disimpan, setelah itu keluarkan udara pada kantung ziplock, dan simpan di tempat yang sejuk. Langkah simpel ini akan memperpanjang waktu penyimpanan tempe.

Menyimpan tempe di kulkas

Cara praktis yang sering digunakan agar tempe lebih awet adalah menyimpannya di lemari es. Cara menyimpan tempe di kulkas pun cukup mudah, kamu hanya perlu menyimpannya di wadah yang kedap udara.

Jika kurang yakin, kamu bisa membungkus tempe terlebih dahulu dengan kertas lilin atau baking paper untuk memastikan tempe terhindar dari sirkulasi udara. Setelah itu, simpan tempe di wadah kedap udara. 

Pastikan juga suhu lemari es sudah ada di bawah 4 derajat Velcius agar tempe bisa awet hingga 2 minggu.

Simpan tempe di Freezer

Selain di lemari es, kamu juga bisa menyimpan tempe di freezer untuk waktu yang lama. Tempe yang dibekukan di freezer akan bertahan selama 10-12 bulan. 

Pertama-tama, kamu perlu memotong tempe menjadi beberapa bagian sesuai selera. Simpan potongan tempe di wadah besar atau loyang yang cukup di dalam freezer dan biarkan tempe membeku sekitar 1-3 jam. Keluarkan tempe yang membeku dan masukkan ke dalam wadah yang aman.

Untuk mencairkan tempe yang beku, kamu bisa menggunakan microwave selama 1 menit atau steamer selama 5 menit. 

5. Kenali tempe yang mulai basi

potongan tempe
ilustrasi potongan tempe (flickr.com/jodigreen)

Setelah disimpan beberapa hari atau bahkan minggu, tempe bisa jadi akan mulai basi. Kamu harus mengetahui tanda-tanda tempe yang mulai basi agar bisa dibuang sesegera mungkin. 

Jika tempe mulai berlendir atau berbau menyengat, ini pertanda bahwa tempe tidak boleh lagi diolah. Sementara tempe yang menguning masih bisa dimakan dengan cara memotong bagian yang menguning tersebut. Selain itu, bintik hitam pada tempe adalah hal normal dan masih bisa dimakan. 

Itu dia beberapa tips cara menyimpan tempe agar lebih awet yang praktis. Kamu bisa unjuk bakat memasakmu dengan berbagai resep olahan tempe di Yummy App. Tak perlu ragu dan malu, yuk, berkreasi sekarang juga!

Jangan lupa untuk coba recook berbagai macam resep olahan tempe di Yummy App ya! Semoga bermanfaat!

Baca Juga: Cara Menyimpan Bawang Merah dan Putih di Kulkas Agar Awet

Bagikan:

Artikel Terpopuler

resep masakan terkait

Heny Rosita

Heny Rosita

Tumis Tempe Kecap

Tumis Tempe Kecap

(4.0)

6 langkah

667

Artikel Lainnya di tips