Asap Masakan Jadi Pemicu Penyakit Asma Kambuh, Benarkah?

Patuhi hal-hal berikut saat memasak bagi penderita asma

Asap Masakan Jadi Pemicu Penyakit Asma Kambuh, Benarkah?

penulis:

Ikhsanny Novira Ishlah

Bagikan:

Memasak sudah menjadi kegiatan dan kebutuhan sehari-hari di rumah. Namun, kegiatan ini tanpa kita sadari telah menghasilkan uap, asap, dan melepas zat kimia tertentu ke udara. Bagi orang normal, hal ini hanya akan menimbulkan dampak kecil pada tubuh dan kesehatan seperti batuk, bersin, atau iritasi ringan pada hidung dan mata.

Namun, pada beberapa orang dengan saluran pernapasan yang sangat sensitif, uap dan asap dapat menjadi pemicu timbulnya gejala asma. Terutama jika dapur yang kamu gunakan untuk memasak tidak difasilitasi dengan ventilasi udara yang memadai.

Meski begitu, memasak tetap bisa menjadi aktvitas yang menyenangkan jika kamu tahu cara memasak yang aman bagi penderita asma.

Tentang Penyakit Asma

pemicu penyakit asma kambuh
ilustrasi penderita asma yang kambuh (freepik.com/freepik)

Dikutip dari Healthline, asma adalah penyakit yang menyerang paru-paru dan saluran pernapasan yang membuat penderitanya mengalami sesak napas akibat adanya penyempitan saluran napas.

Kondisi ini timbul karena adanya pemicu seperti asap, debu, bulu hewan, udara dingin, paparan zat kimia, dan infeksi virus.

Saat bernapas dengan normal, kamu akan merasakan udara masuk lewat hidung atau mulut dan diteruskan ke paru-paru melalui tenggorokan dan saluran pernapasan.

Sementara itu, bagi pendrita asma, ketika paru-paru terpapar pemicu asma seperti menghirup asap, debu, bulu hewan, atau virus, akan menyebabkan saluran pernapasan membengkak dan otot-ototnya menegang. Terjadilah peningkatan produksi lendir atau dahak. Hal ini memperparah penyempitan saluran napas yang akan menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan saat bernapas dan sesak pada dada. 

Penanganan yang biasa diberikan pada penderita asma adalah pemberian obat-obatan berupa inhaler, nebulisasi, obat minum, dan operasi.

Penyakit asma bisa diatasi dengan mengetahui penyebab dan pemicu munculnya gejala asma, lalu berusaha menghindarinya. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan vaksinasi influenza dan pneumonia.

Pemicu Penyakit Asma dan Gejalanya

pemicu gejala penyakit asma
ilustrasi asap masakan sebagai salah satu pemicu gejala asma (freepik.com/topntp26)

Penyakit asma dan gejalanya dapat timbul akibat beberapa faktor pemicu. Berikut penyebab gejala asma:

  • Asap
  • Debu
  • Polusi udara
  • Bulu hewan
  • Udara dingin
  • Infeksi virus
  • Paparan zat kimia seperti parfum dan produk pembersih 

Asma juga dapat timbul akibat adanya alergi terhadap makanan tertentu, debu, lumut atau jamur, dan serbuk sari.

Penyebab di atas dapat menimbulkan gejala asma berupa:

  • Batuk, terutama pada malam hari, saat tertawa, atau saat berolahraga
  • Dada sesak
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Sulit berbicara
  • Kecemasan atau panik
  • Kelelahan
  • Napas cepat
  • Sulit tidur

Gejala asma tersebut tidak selalu sama pada setiap orang dan muncul dengan durasi serta waktu yang juga berbeda.

Kamu juga mungkin akan merasakan beberapa gejala berikut saat penyakit asma kambuh, seperti; batuk, napas tersengal-sengal, susah tidur, nyeri dada, dan kelelahan.

7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asma dan Alasannya

pemicu gejala penyakit asma
ilustrasi makanan yang harus dihindari penderita asma (freepik.com/KamranAydinov)

Selain karena beberapa faktor penyebab yang sudah disebutkan di atas, asma juga dapat dipicu oleh adanya alergi terhadap makanan tertentu. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari bagi para penderita asma yang dipicu karena adanya alergi.

1. Telur

Jika telur menyebabkan kondisi alergi yang sangat parah pada penderita asma, sebaiknya hindari mengonsumsi telur. Alergi telur memiliki reaksi yang sangat cepat dan membuat kulit gatal-gatal, kulit kering dan keriput, sakit kepala, mual dan muntah, hingga sesak napas.

2. Susu

Bagi beberapa orang, susu dapat menjadi penyebab timbulnya reaksi alergi atau bahkan masalah pencernaan. Jika kamu adalah salah satunya, menghindari susu dan produk turunannya seperti yogurt dan keju perlu dilakukan agar tidak memicu timbulnya gejala alergi dan asma.

3. Udang beku dan kerang

Makanan laut ini menjadi salah satu pantangan bagi penderita asam, terutama untuk jenis udang beku olahan. Jika kamu mencurigai penyebab asma adalah sulfit, maka menghindari konsumsi makanan ini adalah pilihan yang tepat. 

Udang beku olahan mengandung sulfit untuk mencegah timbulnya bintik hitam pada udang dan menjaga kualitas fisiknya. Hindari juga mengonsumsi olahan yang mengandung kaldu udang.

Kerang juga seringkali menjadi penyebab alergi yang berujung pada timbulnya gejala asma. Jika kamu merasa alergi kerang, sebaiknya hindari juga makanan laut lain seperti lobster, kepiting, dan tiram.

4. Makanan instan dan berpengawet

Makanan instan dan makanan ringan biasanya mengandung banyak pengawet, MSG, zat adiktif, dan garam yang akan menyebabkan alergi pada penderita asma yang sangat sensitif. Selain makanan instan, buah dan sayuran yang dikeringkan pun juga mengandung pengawet yang sebaiknya kamu hindari untuk dikonsumsi.

5. Acar

Cara pembuatan sayuran acar yang dilakukan dengan difermentasi, dapat mengandung zat sulfit yang memicu timbulnya asma. Zat sulfit juga dapat memicu reaksi alergi seperti mual, muntah, dan rasa tidak nyaman di perut.

6. Alkohol

Pantangan berikutnya bagi penderita asma adalah mengonsumsi alkohol, bir, atau anggur. Alkohol mengandung hitasmin yangs angat tinggi, sehingga dapat menyebabkan henti napas, mata berair, mengi, dan batuk.

7. Kacang-kacangan

Beberapa jenis kacang memiliki senyawa yang dapat memicu alergi bagi tubuh yang akan menjadi penyebab timbulnya sesak, mual, dan muntah, sehingga akan berbahaya jika penderita asma memiliki alergi terhadap makanan yang satu ini.

Baca Juga: Daftar Makanan untuk Radang Tenggorokan yang Mudah Didapat

Apakah Asap Masakan Bisa Memicu Asma Kambuh?

pemicu gejala penyakit asma
ilustrasi asam masakan (freepik.com/8photo)

Asap masakan terdiri dari sejumlah besar gas beracun yang termasuk di dalamnya karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan beberapa di antaranya bersifat karsinogen atau berpotensi menyebabkan kanker. Paparan zat tersebut juga mengandung elemen jejak yang berbahaya, banyak di antaranya muncul dari minyak goreng yang dipanaskan.

Sebuah artikel berjudul Cooking Smoke Exposure and Respiratory Symptoms Among Those Responsible for Household Cooking yang dipublikasikan di Science DIrect menyebut elemen paling banyak dihasilkan adalah saat memanggang daging dengan minyak goreng dan garam. Memasak dengan gas juga diketahui menghasilkan lebih banyak asap beracun dan polusi dalam ruangan.

Faktor lainnya yang berperan dalam emisi polutan dan bahan kimia saat memasak adalah suhu, jenis makanan, dan penggunaan minyak goreng. Terutama jika memanaskan makanan atau daging pada suhu minyak yang sangat tinggi. 

Bahan kimia yang melayang di udara akan sangat mudah untuk terhirup karena partikelnya yang mikro dan tidak dapat terlihat oleh mata manusia. Menghirup bahan kimia ini secara terus-menerus sangat berisiko bagi orang dengan masalah pernapasan, asma, dan alergi.

Dampak kesehatan yang timbul sebetulnya sangat bervariasi tergantung seberapa parah kamu terpapar. Dalam jangka pendek, paparan dapat mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokan, hingga gejala asma.

Pada anak-anak di bawah 5 tahun yang sering terpapar zat kimia pada asap masakan, berisiko timbulnya penyakit bronkitis dan pneumonia. Sementara untuk orang dewasa, dapat berisiko pada saluran pernapasan yang menimbulkan gejala sesak, napas tersengal, dan batuk.

Tips dan Cara Memasak yang Ramah Bagi Pengidap Asma

ilustrasi cara memasak bagi penderita asma
ilustrasi cara memasak bagi penderita asma

Memasak dapat menjadi penyebab kambuhnya gejala asma. Beberapa hal yang biasanya dapat memicu adalah asap, bau, peralatan memasak yang kotor dan berjamur, produk dan alat pembersih dapur, hingga binatang kecil seperti kecoa dan tikus.

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar memasak dapat dilakukan dengan aman dan nyaman bagi penderita asma.

1. Mengatasi asap dan uap saat memasak

  • Risiko gejala asma yang timbul akibat asap dan uap yang dihasilkan saat memasak dapat kamu kurangi dengan beberapa hal berikut:
  • Memfasilitasi rumah dengan ventilasi berupa pintu dan jendela yang memadai.
  • Menggunakan kipas angin dan membuka jendela juga dapat membantu mengeluarkan asap dari ruangan uap.
  • Gunakan tutup panci saat memasak di atas kompor, lalu buka bagian belakang tutupnya sambil tetap menutup bagian depan tutupnya. Setelah sebagian besar uap keluar, buka sisa tutupnya sambil mundur agar uap tidak mengenai wajah Anda sekaligus.
  • Gunakan api kecil untuk menghindari penumpukan uap.
  • Cobalah berbagai metode memasak seperti crockpot, penggorengan udara, oven pemanggang roti, atau oven biasa.

2. Mengatasi aroma masakan

  • Tutup pintu kamar atau ruangan lain agar bau masakan tidak tercium di sekeliling rumah.
  • Gunakan kipas angin berdiri ke dapur.
  • Buka jendela jika memungkinkan.
  • Bersihkan panci, wajan, dan piring bekas setiap malam untuk menghindari bau yang tidak sedap.
  • Tinggalkan semangkuk cuka (jika baunya tidak mengganggumu) atau soda kue di atas meja semalaman untuk menyerap bau.

3. Tips bersih-bersih dapur

  • Bersihkan dapur secara rutin dan pastikan dapur tetap kering untuk menghindari pertumbuhan jamur.
  • Jika memungkinkan, buka jendela dan gunakan kipas angin untuk mengurangi kelembapan.
  • Cukup bersihkan dapur dan peralatan memasak dengan air panas dan sabun, lalu disikat hingga bersih.
  • Tidak perlu menggunakan pemutih atau bahan kimia karena dapat menjadi pemicu gejala asma dan penyakit lainnya bisa terpapar terus-menerus.
  • Jika kamu cukup sensitif terhadap sabun dan alat pembersih, bisa juga dengan menggunakan soda kue dicampur dengan air, lalu gosokkan dengan kuas atau sikat gigi bekas untuk menggosak peralatan masak.
  • Kombinasi dari cuka, air, dan beberapa tetes minyak esensial (jika tidak mengganggu asma) dapat menjadi disinfektan alami yang cukup efektif dan bisa jadi alternatif.

Semoga informasi mengenai pemicu penyakit asma serta cara memasak yang aman dan nyaman bagi penderita asma di atas dapat bermanfaat dan membantu, termasuk bagi kamu yang memiliki sensitivitas tinggi pada saluran pernapasan ya Sobat Yummy!

Baca Juga: Waspada, 9 Makanan Ini Harus Dihindari saat Sedang Batuk

Topik

Bagikan:

Artikel Terpopuler

resep masakan terkait

Dapur Embun

Dapur Embun

Salmon Rice Bowl

Salmon Rice Bowl

(5.0)

5 langkah

560

Whenie Beckham

Whenie Beckham

Sayur Kuah Bayam Sawi Putih

Sayur Kuah Bayam Sawi Putih

(5.0)

9 langkah

recooks-0
recooks-1
recooks-2
recooks-3

+4

Artikel Lainnya di nutrisi