Mengenal Kode Produksi Barang dan Kegunaannya 

Bagian dari identitas penting suatu produk

Mengenal Kode Produksi Barang dan Kegunaannya 

penulis:

Dian Rahma Fika Alnina

Bagikan:

Sewaktu berbelanja makanan di swalayan, kamu bisa menemukan berbagai tulisan yang tercetak di kemasan yang salah satunya memuat kode produksi. 

Kode ini tidak secara eksplisit menampilkan kata deskriptif, melainkan tersusun atas angka dan huruf yang dirancang khusus oleh produsen.  

kode produksi yang sudah dikenal adalah tanggal kedaluwarsa, yang tentu berbahaya bila terlewat dari bungkus makanan.

Nah, selain itu, masih ada macam kode produksi yang harus kamu kenali biar tidak kelewat informasi penting dari barang yang dibeli. Baca selengkapnya di Yummy App, skuy!

1. Apa itu kode produksi?

ilustrasi kode produksi pada barang
ilustrasi kode produksi pada barang (flickr.com/Steven Brandist)

Kode produksi adalah tanggal yang dicantumkan produsen pada suatu barang yang berisi informasi tentang riwayat produksi. Format paling umum dari kode ini adalah kombinasi dari huruf dan angka yang mencerminkan tanggal, bulan, dan tahun produksi. 

Pencantuman kode produksi bertujuan untuk menginformasikan usia barang kepada pembeli dan juga penjual. Kode unik ini biasa terletak di dekat barcode dengan ukuran huruf yang agak kecil. 

Letaknya yang menyempil kadang menyulitkan untuk dibaca, jadi tak jarang pembeli mengabaikannya. Padahal isi pesan dalam kode produksi cukup penting,  karena menyangkut status kesegaran bila itu makanan. Nah, maka dari itu kamu bisa belajar mengenalinya mulai dari sekarang.

Mengingat tidak ada standardisasi mutlak untuk produk yang dipasarkan, kamu bisa menemukan beragam bentuk kode produksi yang mungkin tidak bisa langsung dimengerti.

2. Fungsi kode produksi

ilustrasi fungsi kode produksi
ilustrasi fungsi kode produksi (freepik.com/Freepik)

Pencatutan kode produksi dalam setiap barang yang dijual memiliki alasan penting, meliputi:

  • Mengetahui usia barang: Kode produksi memuat tanggal kapan suatu barang dibuat. Jadi itu berfungsi sebagai pesan yang memberi tahu pembeli dan penjual tentang waktu pembuatan. Umur simpan barang berkaitan dengan identitas produk yang memengaruhi daya jualnya, sehingga aspek ini sangat esensial.
  • Membuktikan keaslian barang: Kode produksi bisa menjadi informasi autentik yang berguna untuk memastikan keaslian produk. Dengan kode produksi yang bisa dilacak dan diperiksa maka pembeli atau pengecer bisa mengenali mana produk asli.
  • Menjamin keamanan barang: Apa pun jenis kode produksinya, semua itu memuat estimasi waktu terbaik untuk menikmati produk tersebut. Pembeli yang memerhatikan kode produksi pasti mengutamakan keamanan penggunaan barang, sehingga ini bisa membantu menyeleksi dari produk tak layak pakai.
  • Meningkatkan kepercayaan pembeli: Kode produksi bisa dipertimbangkan sebagai bentuk kepedulian produsen pada pembeli. Sebab kode unik itu mengandung informasi yang menjamin keamanan produk. Jadi pembeli bisa mengenali suatu barang dari kode produksinya dan meningkatkan kesan baik terhadap perusahaan yang melakukan fabrikasi.

Baca Juga: 10 Produk Olahan Susu Paling Populer, Mana Favoritmu?

3. Macam-macam kode produksi

ilustrasi macam-macam kode produksi
ilustrasi macam-macam kode produksi (flickr.com/Robyn Lee)

Ada beberapa jenis kode produksi yang muncul di kemasan, beberapa definisnya adalah:

1. Packed onatau pack date

Ini adalah kode produksi yang menampilkan informasi tanggal pengemasan produk. Kode ini menunjukkan tanggal pengepakan akhir yang biasanya tidak ditujukan untuk konsumen. Jenis kode produksi ini digunakan oleh produsen dan pengecer untuk melacak inventaris, merotasi barang, dan menemukan barang jika ada penarikan kembali. Produk makanan yang memiliki kode produksi ini: buah dan sayur kaleng, daging dan ikan kaleng, kue kering, kerupuk, serta rempah-rempah.

2. Sell by atau pull date

Jenis kode produksi yang menginformasikan tanggal terakhir makanan harus dijual. Jika disimpan dengan benar, makanan itu masih layak untuk beberapa hari ke depan setelah melewati tanggal. Namun, toko biasanya harus menghilangkan produk ini sebelum tanggal yang tertera. Selama terus didinginkan, makanan yang melewati tanggal tercantum aman dikonsumsi. Makanan yang menggunakan kode produksi ini adalah susu, yogurt, keju cottage, krim, telur. 

3. Best before atauused by

Makanan yang punya kode produksi macam ini memiliki umur simpan lama, tetapi pada akhirnya akan mulai menurun kualitasnya. Tanggal yang tercantum merupakan perkiraan berapa lama makanan memiliki kualitas terbaik. Kualitas diukur dari bau, rasa, tekstur, dan bukan keamanan. Oleh karena itu, setelah tanggal yang tertera makanan mungkin kurang enak, tapi masih aman dimakan. Namun, jika produk bearoma atau rasanya buruk, dan segel sudah rusak, sebaiknya jangan dikonsumsi. 

4. Expiration date atauexp. date

Ini adalah jenis kode produksi yang mencatutkan tanggal kedaluarsa produk. Meski sebagian produk mungkin aman jika dikonsumsi setelah tanggal tersebut, tapi kegunaan dan kualitasnya pasti berkurang. Makanan bayi, susu formula bayi, dan obat bebas tidak boleh dikonsumsi setelang tanggal kedaluarsa karena bisa meracuni tubuh. Sementara bahan pengembang seperti ragi akan akan dikonsumsi, tapi tidak seefektif yang belum expired.

5. Product by atau manufactured by

Ini merupakan kode produksi yang menandakan tanggal pembuatan suatu barang. 

4. Contoh kode produksi

ilustrasi macam-macam kode produksi
ilustrasi macam-macam kode produksi (flickr.com/Jeremy Keith)

Mengingat ada begitu banyak keleluasaan bagi produsen untuk menciptakan kode produksi, sangat dimungkinkan contoh berikut belum mencakup semuanya. Namun, secara umum format yang  digunakan cenderung seragam. Misalnya:

1. C01123

Kode produksi C01123 memperlihatkan urutan dari tahun dan bulan produksi suatu produk. Huruf C mencerminkan tahun pembuatan, di mana C mewakili angka dua untuk 2002, 2012, atau 2022. Sementara untuk 2003, 2013, atau 2023, itu bisa menggunakan abjad D dan seterusnya. 

Dua angka setelah huruf C (01) menandakan bulan pembuatan. Bulan ke-1 adalah Januari. Sedangkan tiga digit angkat terakhir merupakan urutan produksi. 

Jadi, cara membaca kode produksi C01123 adalah itu barang yang dibuat bulan Januari 2022 dengan urutan ke-123.

2. 23-001

Kode produksi yang menggunakan angka semua biasanya bergaya Julian dates. Ini mencerminkan tanggal pengepakan. 

Di mana dua angka paling depan menyimbolkan tahun, sehingga "23" di sini merupakan tahun 2023. 

Lalu tiga angka terakhir memperlihatkan tanggal 1 Januari. Bila digabungkan, produk itu bisa diketahui bahwa dikemas pada tanggal 1 Januari 2023. 

3. 2A0003

Angka paling awal dari kode ini melambangkan tahun produksi. Di mana "2" menjadi representasi tahun yang berakhir dengan angka 2, misalnya 2022.

Lalu abjad A bisa menginformasikan bulan produksi. A adalah kode untuk bulan Januari, B untuk bulan Februari, dan seterusnya. 

Terakhir, urutan angka itu bisa menunjukkan nomor urut barang, dalam contoh tersebut berarti menempati urutan ketiga. 

Kalau dikombinasi, kode 2A0003 memiliki arti bahwa produk dihasilkan pada bulan Januari tahun 2022 dengan urutan ketiga.

Keberadaan kode produksi sangat berguna untuk memberi informasi riwayat pembuatan barang. Ini bisa mengestimasi waktu layak pakai suatu barang, jadi pembeli bisa mendapatkan kondisi terbaik saat membelinya. 

Baca Juga: 17 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Magelang, dari Makanan hingga Barang

Bagikan:

Artikel Terpopuler

resep masakan terkait

laily puspitasari

laily puspitasari

Nasi Goreng Telur Kornet

Nasi Goreng Telur Kornet

(5.0)

5 langkah

201

Artikel Lainnya di tips