10 Jenis Sayuran yang Tidak Boleh Masuk Kulkas, Perhatikan Caranya!

Beda jenis, beda juga treatment untuk tiap sayur

10 Jenis Sayuran yang Tidak Boleh Masuk Kulkas, Perhatikan Caranya!

penulis:

Elvina Lathifa

Bagikan:

Menyimpan makanan di kulkas lumrah dilakukan dengan niat agar kesegarannya tetap terjaga. Mulai dari makanan kaleng, buah-buahan, hingga sayur-mayur. Sobat Yummy juga pasti suka melakukannya, kan?

Nah, fungsi kulkas sebagai tempat penyimpanan memang didukung oleh desain yang disesuaikan dengan jenis makanannya. Seperti section minuman, telur, makanan besar, tempat buah dan sayur, bahkan freezer untuk daging.

Tahukah kamu bahwa kata 'kulkas' berasal dari bahasa Belanda, yaitu 'koelkast' yang berarti lemari sejuk. Sedangkan orang elit di sana menyebutnya dengan kata 'ijskast' artinya lemari es. Sebetulnya, alat pendingin telah ada sejak berada-abad lalu hingga pada tahun 1851, John Gerrie berinovasi menciptakan alat pembuat es. 

Perkembangan terus terjadi, dari segi bentuk, kecanggihan, dan lain sebagainya terjadi di hampir seluruh dunia. Pada 1922, barulah tercipta mesin pendingin benar-benar seperti yang kita kenal sekarang ini oleh Batlzar von Platen dan Carl Munters, mahasiswa Royal Institute of Technology di Stockholm, yang menyempurnakan kecanggihannya.

Orang menyimpan makanan di kulkas dengan tujuan utama untuk mempertahankan kesegaran dan keamanan makanan. Kulkas adalah perangkat yang dirancang khusus untuk menjaga suhu rendah di dalamnya, biasanya sekitar 0–4 derajat Celsius (32–39 derajat Fahrenheit). Berikut ini adalah alasan utama mengapa orang menyimpan makanan di kulkas.

Kenapa Memilih Menyimpan Makanan di Kulkas?

Wortel oranye dan jenis sayuran yang tidak bisa masuk kulkas
ilustrasi wortel (pixabay.com/jackmac34)

1. Menghambat pertumbuhan mikroorganisme

Suhu rendah di dalam kulkas memperlambat pertumbuhan bakteri, virus, dan jamur yang dapat menyebabkan pembusukan makanan. Ini membantu menjaga makanan tetap segar dan aman untuk dikonsumsi lebih lama. Dengan menyimpan makanan di kulkas, risiko keracunan makanan dapat dikurangi.

2. Mempertahankan nutrisi

Beberapa makanan, terutama produk susu dan makanan yang mudah rusak, seperti daging dan ikan, dapat dengan cepat kehilangan nutrisi penting jika disimpan pada suhu ruangan. Dengan menyimpannya di dalam kulkas, nutrisi dalam makanan dapat tetap terjaga lebih lama.

3. Memperpanjang umur simpan

Suhu rendah di dalam kulkas membantu memperlambat aktivitas enzim dan proses kimia yang mempercepat pembusukan makanan. Dengan menyimpan makanan di kulkas, umur simpannya dapat diperpanjang, sehingga makanan dapat digunakan lebih lama sebelum rusak.

4. Mencegah pertukaran aroma

Kulkas dapat membantu mencegah pertukaran aroma antara makanan yang berbeda. Dengan menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup atau dalam kantong plastik di dalam kulkas, makanan tidak akan saling menyerap aroma satu sama lain. Sehingga mempertahankan rasa dan aroma masing-masing.

5. Menyediakan beberapa suhu penyimpanan

Kulkas modern sering dilengkapi dengan beberapa bagian atau laci dengan suhu yang dapat diatur secara independen. Ini memungkinkan penyimpanan yang optimal untuk berbagai jenis makanan, seperti sayuran, daging, atau produk olahan. Misalnya, sayuran dapat disimpan pada suhu yang lebih tinggi daripada daging, sesuai dengan kebutuhan penyimpanannya.

Meskipun kulkas memiliki banyak manfaat dalam menjaga makanan segar dan aman, penting juga untuk diingat bahwa tidak semua jenis makanan cocok disimpan di dalam kulkas. Beberapa sayuran dan buah-buahan, seperti yang telah dibahas sebelumnya, dapat mengalami perubahan kualitas jika disimpan pada suhu yang terlalu rendah.

Oleh karena itu, kenali 10 jenis sayuran yang tidak boleh masuk kulkas di bawah ini. Sekalipun bisa masuk kulkas, perhatikan cara penyimpanan yang baik agar tidak mudah rusak.

Baca Juga: 9 Resep Olahan Jamur yang Nikmat untuk Sehari-hari

Sayuran yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

1. Talas Putih

talas putih, contoh dari 10 jenis sayur yang tidak boleh masuk kulkas
ilustrasi talas putih (pixabay.com/varintorn)

Talas putih kaya akan serat, vitamin C, vitamin B6, kalium, dan mangan. Sementara vitamin C berperan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan vitamin B6 penting untuk fungsi saraf yang optimal.

Talas putih adalah jenis umbi-umbian yang populer dalam beberapa budaya sebagai bahan makanan. Ketika talas putih disimpan di luar kulkas, terdapat beberapa faktor yang dapat membantu menjaga nutrisi dan kualitasnya.

  • Suhu ruangan: Talas putih lebih baik disimpan pada suhu ruangan yang sejuk dan kering. Suhu ruangan yang stabil dan tidak terlalu panas membantu menjaga kondisi talas putih agar tetap segar. Suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat degradasi nutrisi.
  • Kelembapan: Talas putih lebih baik disimpan di tempat yang kering. Kelembapan berlebih dapat menyebabkan pertumbuhan jamur atau pembusukan. Pastikan talas putih dalam kondisi kering sebelum disimpan dan jauhkan dari kelembapan berlebih.
  • Penyimpanan yang tepat: Talas putih perlu disimpan di tempat yang cukup ventilasi agar udara dapat bergerak secara efektif. Gunakan wadah yang terbuka atau keranjang berlubang. Sehingga udara dapat mengalir dengan baik dan mencegah kelembaban yang berlebih.

Namun, penting untuk diingat bahwa talas putih memiliki masa simpan terbatas di luar kulkas. Mereka cenderung mengalami dehidrasi dan memburuk dalam kualitas seiring berjalannya waktu. Jika ingin memperpanjang masa simpan talas putih, disarankan untuk menyimpannya di dalam kulkas.

Penyimpanan di dalam kulkas memiliki beberapa keuntungan. Suhu yang lebih rendah dapat membantu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan pembusukan. Karena itu, kamu bisa gunakan kemasan yang kedap udara atau membungkusnya dengan rapat untuk mencegah kehilangan kelembaban dan serangan jamur.

Meskipun penyimpanan di dalam kulkas dapat mempengaruhi tekstur talas putih, seperti membuatnya lebih keras atau lembek, sebagian besar nutrisi tetap terjaga. Pada suhu rendah, proses oksidasi dan degradasi nutrisi cenderung melambat. Tetapi jika talas putih disimpan di dalam kulkas terlalu lama, tekstur dan kualitasnya dapat terpengaruh negatif.

Intinya, penyimpanan talas putih di luar kulkas memungkinkan nutrisi tetap terjaga dalam kondisi yang tepat. Namun, perhatikan juga bahwa penyimpanan di dalam kulkas dapat membantu memperpanjang masa simpan dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme.

2. Paprika Hot

jalapeno, dan macam-macam paprika hot tidak bisa masuk kulkas
ilustrasi paprika hot (pixabay.com/suju-foto)

Paprika hot, terutama jalapeno dan habanero, mengandung senyawa capsaicin yang memberikan sensasi pedas. Capsaicin dapat memiliki efek antiinflamasi dan meningkatkan metabolisme.

Suhu dingin di dalam kulkas dapat mempengaruhi karakteristik paprika hot, termasuk tingkat kepedasan dan tekstur. Paprika hot yang disimpan di dalam kulkas cenderung mengalami perubahan yang dapat mempengaruhi pengalaman rasa saat dikonsumsi.

Berikut adalah beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Tingkat kepedasan: Paprika hot mengandung senyawa capsaicin yang bertanggung jawab untuk rasa pedas. Suhu dingin di dalam kulkas dapat mengurangi intensitas kepedasan. Kalau kamu ingin menjaga tingkat kepedasan yang optimal, menyimpan paprika hot di suhu ruangan adalah pilihan yang lebih baik.
  • Tekstur: Suhu rendah dapat membuat paprika hot menjadi lebih lembek atau kempes. Ini dapat mempengaruhi kualitas dan kerenyahan paprika hot saat digunakan dalam makanan. Kalau kamu menginginkan tekstur yang lebih baik, menyimpannya di suhu ruangan akan mempertahankan kekerasan dan kerenyahannya.
  • Kehilangan nutrisi: Paprika hot mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin C, A, dan serat. Penyimpanan di dalam kulkas dapat memperlambat degradasi nutrisi, tetapi paprika hot yang disimpan dalam waktu yang lama mungkin tetap mengalami kerugian nutrisi seiring berjalannya waktu.

Memiliki paprika hot segar dan mengonsumsinya sesegera mungkin setelah pembelian akan membantu memaksimalkan manfaat nutrisinya.

Kalaupun pada akhirnya paprika hot disimpan dalam kulkas untuk memperpanjang masa simpannya, ada beberapa langkah yang Sobat Yummy bisa lakukan untuk meminimalkan perubahan yang tidak diinginkan. Bungkus paprika hot dalam kertas atau simpan dalam wadah kedap udara untuk mencegah paprika hot terpapar udara dingin secara langsung. Ini dapat membantu menjaga karakteristik pedas dan meminimalkan perubahan tekstur.

3. Jamur

jamur, salah satu jenis sayur tidak bisa masuk kulkas
ilustrasi jamur (pixabay.com/qimono)

Jamur merupakan sumber yang baik dari vitamin B kompleks, seperti riboflavin (B2) dan niacin (B3), serta mineral seperti selenium dan tembaga. Nutrisi ini penting untuk metabolisme energi, fungsi saraf, dan sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Ketika kamu menyimpan jamur di dalam kulkas, itu bisa mempercepat proses pembusukan dan mengurangi kualitas nutrisi. Berikut ini beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Kelembapan: Suhu dingin di dalam kulkas biasanya dikombinasikan dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Kondisi ini bisa membuat jamur lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur lainnya, yang menyebabkan pembusukan lebih cepat. Kelembapan yang tinggi juga dapat membuat jamur menjadi lembek, berubah warna, dan kehilangan kualitasnya.
  • Ruang udara terbatas: Kulkas biasanya penuh dengan makanan lainnya, dan ruang udara di dalamnya terbatas. Hal ini menyebabkan sirkulasi udara yang tidak optimal di sekitar jamur. Kondisi ini bisa membuat jamur rentan terhadap kelembaban berlebih dan pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan.
  • Nutrisi hilang: Nutrisi yang terkandung dalam jamur, seperti vitamin B, vitamin D, dan mineral penting, bisa hilang dengan cepat jika disimpan dalam keadaan lembap dalam jangka waktu yang lama. Pembusukan yang terjadi dalam kulkas dapat mempengaruhi kualitas nutrisi jamur dan membuatnya kurang bermanfaat bagi kesehatan.

Kalau kamu ingin memperpanjang masa simpan jamur dan menjaga kualitasnya, ada beberapa tips yang bisa kamu coba:

  1. Pastikan jamur dalam keadaan kering sebelum menyimpannya di kulkas. Lap menggunakan tisu atau kain bersih sebelum membungkusnya.
  2. Bungkus jamur dalam kantong plastik atau wadah kedap udara sebelum menempatkannya di kulkas. Ini membantu mencegah kelembapan berlebih yang dapat mempercepat pembusukan.
  3. Jangan mencuci jamur sebelum disimpan kecuali benar-benar diperlukan. Air yang terperangkap di dalam jamur dapat mempercepat pembusukan.
  4. Usahakan untuk mengonsumsi jamur dalam waktu yang relatif singkat setelah pembelian. Jamur segar cenderung memiliki nutrisi terbaik dan kualitas terjaga.
  5. Namun, jika kamu ingin menyimpan jamur dengan lebih aman dan memperpanjang masa simpannya, sebaiknya menggunakan metode pengawetan lainnya, seperti pengeringan atau pengawetan dalam kaleng. Metode ini membantu mempertahankan nutrisi dan menghindari risiko pembusukan.

Jadi, intinya adalah menyimpan jamur di dalam kulkas yang lembap dapat mempercepat pembusukan dan menyebabkan hilangnya nutrisi yang penting. Pastikan jamur dalam kondisi kering sebelum disimpan, gunakan wadah kedap udara, dan konsumsi secepat mungkin untuk menjaga kualitasnya.

6. Lobak

lobak merah, salah satu contoh sayuran yang tidak bisa masuk kulkas
ilustrasi lobak (pixabay.com/stevepb)

Lobak mengandung vitamin C, serat, folat, kalium, dan senyawa fitokimia seperti glucosinolate. Glucosinolate adalah senyawa yang ditemukan dalam lobak dan beberapa sayuran lainnya. Senyawa ini memiliki efek antimikroba dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Menyimpan lobak di luar kulkas dapat membantu menjaga nutrisi ini tetap terjaga dan kualitas lobak yang renyah. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Suhu ruangan: Lobak lebih baik disimpan pada suhu ruangan yang sejuk dan stabil. Suhu ruangan yang normal membantu menjaga kualitas lobak, termasuk kekerasan dan renyahnya. Suhu yang terlalu tinggi atau fluktuatif dapat mempengaruhi kualitas lobak dan mempercepat degradasi nutrisi.
  • Penyimpanan yang tepat: Lobak perlu disimpan di tempat yang kering, terlindung dari sinar matahari langsung. Tempat yang kering dan terlindung membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan pembusukan pada lobak. Pastikan lobak dalam kondisi bersih dan kering sebelum disimpan.
  • Sirkulasi udara yang baik: Sirkulasi udara yang baik membantu menjaga kondisi lobak tetap segar dan mengurangi risiko pembusukan.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa lobak memiliki masa simpan terbatas di luar kulkas. Seiring berjalannya waktu, lobak cenderung mengalami dehidrasi dan perubahan kualitas. Jika kamu ingin memperpanjang masa simpan lobak, disarankan untuk menyimpannya di dalam kulkas.

Meskipun penyimpanan di dalam kulkas dapat mempengaruhi kualitas lobak, seperti membuatnya lebih lunak, sebagian besar nutrisi tetap terjaga termasuk glucosinolate. Glucosinolate yang terdapat dalam lobak cenderung stabil pada suhu rendah, proses pemasakan pun biasanya tidak menghancurkannya sepenuhnya.

Kesimpulannya, menyimpan lobak di luar kulkas membantu menjaga nutrisi seperti glucosinolate tetap terjaga dan mempertahankan kualitas lobak yang renyah. Namun, perhatikan juga bahwa penyimpanan di dalam kulkas dapat memperpanjang masa simpan lobak dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme.

Baca Juga: 7 Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas, Cuci Dulu atau Tidak Ya?

5. Terong Kecil

terong kecil, salah satu jenis sayuran yang tidak bisa masuk kulkas
ilustrasi terong kecil (pixabay.com/furbymama)

Terung kecil, seperti terung ceri, merupakan sumber yang baik dari vitamin C, vitamin K, dan senyawa antioksidan seperti anthocyanin. Vitamin C membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan penyerapan zat besi, sementara vitamin K penting untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang.

Anthocyanin adalah senyawa yang memberikan warna merah atau ungu pada terung dan juga memiliki efek antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Menyimpan terung kecil di luar kulkas dapat membantu menjaga nutrisi anthocyanin tetap terjaga dan mencegah perubahan tekstur yang tidak diinginkan. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Suhu ruangan: Terung kecil biasanya lebih baik disimpan pada suhu ruangan yang sejuk dan stabil. Suhu ruangan normal membantu menjaga kualitas terung, termasuk kekenyalan dan tekstur yang baik. Suhu yang terlalu dingin di dalam kulkas dapat membuat terung kecil menjadi lebih lembek atau berair.
  • Penyimpanan yang tepat: Terung kecil perlu disimpan di tempat yang kering dan terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Kelembapan berlebihan dapat mempercepat pembusukan dan mempengaruhi kualitas terung kecil. Pastikan terung kecil dalam keadaan bersih dan kering sebelum disimpan.
  • Sirkulasi udara yang baik: Gunakan keranjang berlubang atau wadah yang memungkinkan udara mengalir dengan baik di sekitar terung kecil.

Anthocyanin yang terdapat dalam terung kecil cenderung stabil pada suhu ruangan, dan sebagian besar senyawa antioksidan tersebut tetap terjaga meskipun terung disimpan di luar kulkas. Namun, perhatikan bahwa pemaparan terung kecil terhadap suhu dan cahaya berlebihan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan perubahan warna dan degradasi nutrisi.

Kesimpulannya, menyimpan terung kecil di luar kulkas membantu menjaga nutrisi seperti anthocyanin tetap terjaga dan mempertahankan tekstur yang diinginkan. Namun, jika kamu ingin memperpanjang masa simpan terung kecil, penyimpanan di dalam kulkas dapat menjadi pilihan dengan pertimbangan-pertimbangan.

6. Kubis

kubis, salah satu jenis sayuran tidak bisa masuk kulkas
ilustrasi kubis (pixabay.com/ulleo)

Kubis mengandung serat, vitamin K, vitamin C, vitamin A, dan senyawa fitokimia seperti sulforaphane. Serat penting bagi pencernaan yang sehat, sedangkan vitamin K berperan dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang.

Vitamin C dan vitamin A membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan mata. Sulforaphane adalah senyawa yang memiliki efek antiinflamasi dan dapat melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif.

Jika kubis harus disimpan dalam kulkas, maka perhatikan cara penyimpanan kubis di dalam kulkas dengan metode yang tepat dapat membantu mempertahankan nutrisi ini.

7. Bawang Merah

Bawang merah, salah satu jenis sayuran yang tidak bisa masuk kulkas
ilustrasi bawang merah (pixabay.com/Hans)

Bawang merah mengandung senyawa sulfur, flavonoid, dan serat yang memberikan manfaat kesehatan. Senyawa sulfur dalam bawang merah memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung.

Flavonoid, di sisi lain, adalah senyawa antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif. Menyimpan bawang merah di luar kulkas dapat membantu mempertahankan nutrisi ini dan mencegah kelembapan yang dapat mempengaruhi tekstur bawang merah.

Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Tempat yang tepat: Bawang merah perlu disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan gelap. Hindari menyimpannya di tempat yang lembap, seperti di dalam kulkas, karena kelembapan dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme dan mempengaruhi tekstur bawang merah.
  • Jauhkan dari suhu panas: Hindari menyimpan bawang merah di dekat sumber panas seperti kompor atau panci yang panas. Suhu yang tinggi dapat mempercepat degradasi nutrisi dan mempengaruhi kualitas bawang merah.
  • Simpan dalam wadah yang tepat: Bawang merah sebaiknya disimpan dalam wadah yang memungkinkan sirkulasi udara, seperti keranjang berlubang atau kantong kertas. Wadah yang adekuat membantu menjaga sirkulasi udara sekitar bawang merah dan mencegah penumpukan kelembapan.
  • Pisahkan dari bawang putih: Bawang merah dan bawang putih sebaiknya disimpan terpisah. Bawang putih dapat melepaskan gas yang dapat mempengaruhi kualitas dan keawetan bawang merah. Jika kamu menyimpan keduanya, pastikan untuk memisahkan mereka dalam wadah yang berbeda.
  • Periksa dengan teratur: Secara teratur periksa bawang merah yang disimpan di luar kulkas untuk memastikan tidak ada tanda-tanda pembusukan. Jika ada bawang merah yang mulai membusuk, segera gunakan atau buang untuk mencegah penyebaran pembusukan ke bawang merah lainnya.

Meskipun penyimpanan di luar kulkas dapat membantu mempertahankan nutrisi dan mencegah kelembapan yang dapat mempengaruhi tekstur bawang merah, penting untuk diingat bahwa bawang merah memiliki masa simpan terbatas.

Kesimpulannya, menyimpan bawang merah di luar kulkas dapat membantu mempertahankan nutrisi seperti senyawa sulfur, flavonoid, dan serat, serta mencegah kelembapan yang dapat mempengaruhi tekstur. Pilih tempat yang sejuk, kering, dan gelap untuk penyimpanan yang optimal. Selalu periksa bawang merah secara teratur untuk memastikan keawetannya dan gunakan segera jika ada tanda-tanda pembusukan.

8. Acar Mentimun

Acar mentimun, salah satu jenis sayur yang tidak bisa masuk kulkas
ilustrasi acar mentimun (pixabay.com/PhotoMIX-Company)

Acar mentimun merupakan sayuran yang diasinkan dalam cuka dan garam. Mentimun sendiri mengandung vitamin K, vitamin C, dan serat yang memberikan manfaat kesehatan.

Menyimpan acar mentimun di luar kulkas dapat membantu menjaga nutrisi ini tetap terjaga dan mencegah perubahan tekstur akibat suhu rendah. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Kemasan yang tertutup rapat: Penting untuk menyimpan acar mentimun dalam wadah atau kemasan yang kedap udara dan tertutup rapat. Hal ini membantu mencegah paparan udara dan kontaminasi yang dapat mempengaruhi kualitas acar mentimun.
  • Tempat yang sejuk dan gelap: Acar mentimun sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, seperti dapur atau ruang penyimpanan yang tidak terkena sinar matahari langsung. Hindari menyimpannya di dekat sumber panas atau tempat yang terlalu lembap. Suhu ruangan yang stabil membantu menjaga kualitas dan nutrisi acar mentimun.
  • Periksa kondisi secara berkala: Meskipun acar mentimun dapat disimpan di luar kulkas, penting untuk secara teratur memeriksa kondisinya. Pastikan tidak ada tanda-tanda pembusukan, seperti bau yang tidak sedap, pertumbuhan jamur, atau perubahan warna yang mencolok. Jika ada tanda-tanda tersebut, segera buang acar mentimun tersebut.
  • Konsumsi dalam waktu yang tepat: Acar mentimun yang disimpan di luar kulkas memiliki masa simpan terbatas.

Disarankan untuk mengonsumsinya dalam waktu yang relatif singkat agar tetap segar dan mempertahankan nutrisinya. Semakin lama acar mentimun disimpan, kualitas dan nutrisinya dapat berkurang.

Meskipun penyimpanan di luar kulkas dapat membantu menjaga nutrisi dan mencegah perubahan tekstur akibat suhu rendah, penting untuk diingat bahwa acar mentimun yang telah terbuka dan terpapar udara memiliki risiko lebih tinggi terhadap pembusukan. Jika kamu tidak akan mengonsumsi acar mentimun dalam waktu dekat, lebih baik menyimpannya di dalam kulkas untuk memperpanjang masa simpannya.

Singkatnya, menyimpan acar mentimun di luar kulkas dapat membantu menjaga nutrisi seperti vitamin K, vitamin C, dan serat, serta mencegah perubahan tekstur akibat suhu rendah. Pastikan menggunakan kemasan yang tertutup rapat, menyimpannya di tempat yang sejuk dan gelap, serta memeriksa kondisinya secara berkala. Konsumsilah acar mentimun dalam waktu yang tepat untuk mempertahankan kualitas dan nutrisinya.

9. Tomat

Tomat, salah satu jenis sayur yang tidak bisa masuk kulkas
ilustrasi tomat (pixabay.com/Lernestorod)

Tomat adalah sayuran yang kaya akan vitamin C, vitamin A, dan senyawa likopen. Vitamin C berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.

Vitamin A penting untuk kesehatan mata dan perkembangan sel. Likopen adalah senyawa antioksidan yang memberikan warna merah pada tomat dan memiliki efek perlindungan terhadap kesehatan jantung dan kanker.

Menyimpan tomat di dalam kulkas dapat mempengaruhi tekstur dan mengurangi konsentrasi likopen yang merupakan senyawa antioksidan penting yang terdapat dalam tomat. Sebaiknya, tomat disimpan di suhu ruangan untuk mempertahankan kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Suhu ruangan yang tepat: Tomat lebih baik disimpan di suhu ruangan yang sejuk, sekitar 18-21 derajat Celsius. Suhu yang terlalu rendah di dalam kulkas dapat mempengaruhi tekstur dan rasa tomat, serta mengurangi konsentrasi likopen yang bermanfaat.
  • Tempat yang terlindung: Tomat sebaiknya disimpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung, karena sinar matahari dapat mempercepat proses pematangan dan mempengaruhi kualitas tomat. Sebaiknya simpan tomat di dalam wadah atau keranjang yang memberikan sirkulasi udara yang cukup.
  • Jangan memisahkan dengan buah-buahan lain: Tomat menghasilkan gas etilen, yang dapat mempercepat pematangan buah-buahan lain yang sensitif terhadap gas tersebut. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menyimpan tomat bersama dengan buah-buahan lain yang dapat dipengaruhi oleh gas etilen.
  • Periksa kondisi secara berkala: Selalu periksa kondisi tomat secara berkala. Jika terdapat tanda-tanda pembusukan, segera gunakan atau buang tomat yang sudah rusak agar tidak mempengaruhi tomat yang lainnya.

Meskipun tomat disimpan di suhu ruangan, penting untuk diingat bahwa tomat memiliki masa simpan yang terbatas. Jika tomat telah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, sebaiknya segera digunakan untuk mempertahankan kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Sobat Yummy, menyimpan tomat di dalam kulkas dapat mempengaruhi tekstur dan mengurangi konsentrasi likopen. Sebaiknya, tomat disimpan di suhu ruangan yang tepat untuk mempertahankan kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya. Jaga tomat dari sinar matahari langsung, hindari kontak dengan buah-buahan yang sensitif terhadap gas etilen, dan periksa kondisinya secara berkala untuk menjaga kualitasnya.

10. Jagung manis

Jagung manis, salah satu jenis sayuran yang tidak bisa masuk kulkas
ilustrasi jagung manis (pixabay.com/ignartonosbg)

Jagung manis mengandung serat, vitamin C, vitamin B, folat, dan karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin. Menyimpan jagung manis di luar kulkas memungkinkan nutrisi tetap terjaga dan mencegah perubahan tekstur akibat suhu rendah. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  • Suhu ruangan yang tepat: Jagung manis lebih baik disimpan di suhu ruangan yang sejuk, sekitar 18–21 derajat Celsius. Suhu yang terlalu rendah di dalam kulkas dapat mempengaruhi tekstur dan rasa jagung manis.
  • Jauhkan dari panas dan sinar matahari: Hindari menyimpan jagung manis di dekat sumber panas atau di tempat terkena sinar matahari langsung. Suhu panas dapat mempercepat degradasi nutrisi dan mempengaruhi kualitas jagung manis.
  • Kemasan yang tertutup rapat: Simpan jagung manis dalam kemasan yang kedap udara atau wadah yang tertutup rapat. Hal ini membantu mencegah kontaminasi dan mempertahankan kelembaban alami jagung manis.
  • Konsumsi dalam waktu yang tepat: Jagung manis merupakan bahan makanan segar yang lebih baik dikonsumsi dalam waktu yang relatif singkat setelah panen. Semakin lama jagung manis disimpan, kualitas nutrisinya dapat berkurang. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsinya segera setelah membelinya.
  • Periksa Kondisi Secara Berkala: Selalu periksa kondisi jagung manis sebelum mengonsumsinya. Buang bagian jagung yang telah mengalami pembusukan atau memiliki tanda-tanda kerusakan lainnya.

Penting untuk diingat bahwa jagung manis memiliki masa simpan yang terbatas dan kehilangan kualitasnya seiring berjalannya waktu. Jika kamu tidak akan mengonsumsinya dalam waktu dekat, disarankan untuk menyimpannya di dalam kulkas untuk memperpanjang masa simpannya.

Hindari penyimpanan di tempat yang terlalu lembap atau terkena sinar matahari langsung. Dengan memperhatikan cara penyimpanan yang benar, kita dapat menjaga sayuran tetap segar, menghindari pembusukan, dan memaksimalkan manfaat nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Cara Menyimpan Bawang Merah dan Putih di Kulkas Agar Awet

Topik

Bagikan:

Artikel Terpopuler

resep masakan terkait

Vhita Hani

Vhita Hani

Sayur Pokcoy Tahu Creamy Nabati

Sayur Pokcoy Tahu Creamy Nabati

(5.0)

6 langkah

296

Artikel Lainnya di tips