8 Perbedaan Oven dan Microwave yang Penting buat Dipahami

Serupa tapi tak sama!

8 Perbedaan Oven dan Microwave yang Penting buat Dipahami

penulis:

Dian Rahma Fika Alnina

Bagikan:

Peralatan memasak yang sering dianggap sama adalah oven dan micowave. Mulai dari bentuk fisik yang kotak atau fitur kaca yang bisa dipakai mengintip, keduanya memang sekilas mirip.

Padahal ada perbedaan oven dan microwave yang sangat mendasar sehingga tidak bisa saling menggantikan. Nah, biar semakin jelas apa saja poin pembeda antara keduanya, mari simak selengkapnya berikut ini!

1. Fungsi pemakaian alat

Perbedaan oven dan microwave
ilustrasi microwave (freepik.com/fabrikasimf)

Perbedaan oven dan microwave sangat terlihat pada kegunaan kedua alat tersebut. Di mana oven dimaksudkan untuk melakukan pekerjaan memanggang, seperti baking kue atau membuat aneka olahan roasting

Sementara fungsi memanggang tersebut tidak tersedia dalam fitur microwave konvensional. Sebab, alat itu hanya dirancang untuk menghangatkan makanan secara instan.

Misalnya, saat kamu ingin memanaskan sisa makanan semalam, maka di sini microwave bisa berguna maksimal. Selain itu, micowave juga sering dimanfaatkan untuk mencairkan makanan beku dari kulkas agar siap dimasak atau dimakan.

Nah, dalam hal ini fungsi microwave lebih terbatas daripada oven. Meski sekarang sudah ada inovasi yang menggabungkan fungsi memanggang dalam microwave oven, tapi pembahasan di sini mengacu pada kegunaan dasar.

2. Jenis produk yang berbeda

Meski sama-sama bisa memanggang, oven memiliki pengelompokan produk berdasarkan sumber energi yang dipakai untuk beroperasi. Mengacu sumber pemanasnya, terdapat empat kategori oven antara lain:

  • Oven tangkring: Jenis oven ini adalah yang paling tradisional karena memanfaatkan api sebagai sumber pemanasnya. Cara penggunaan oven tangkring yakni dengan diletakkan di atas tungku atau kompor, lalu menunggu panas api menyebar ke permukaan oven. Bentuknya juga sangat sederhana dengan bobot yang ringan karena terbuat dari besi atau aluminium.
  • Oven listrik: Sesuai namanya, oven ini menggunakan sumber energi listrik untuk memanaskan mesin agar bekerja. Oven listrik disukai karena lebih aman dan praktis saat digunakan. Desainnya juga dibuat ergonomis sehingga nyaman dipakai bahkan untuk pemula. 
  • Oven gas: Jenis oven yang memakai gas sebagai bahan bakar juga populer digunakan dalam rumah tangga atau bisnis kuliner. Fitur yang dimiliki oven gas sangat mumpuni untuk melakukan aneka fungsi memanggang, serta kapasitasnya yang luas menjadi kelebihan tersendiri. Tersedia pula produk oven gas yang menyatu dengan kompor yang menghemat ruang.
  • Oven uap: Terakhir, ada oven yang beroperasi dengan menghasilkan uap air untuk memanggang makanan. Jenis oven ini memiliki penampung air dan ruang ketel sebagai sistem operasi penghasil uap yang disebarkan ke dalam oven. Hasil makanan yang dipanggang lebih lembut dan juicy karena uap mempertahankan kelembaban makanan. 

Perbedaan oven dan microwave bisa diamati dari sumber pemanas yang digunakan microwave. Perangkat elektronik ini hanya beroperasi dengan daya listrik karena merupakan inovasi teknologi pengganti api. 

3. Cara kerja dan waktu pemanasan

ilustrasi oven
ilustrasi oven (freepik.com//rawpixel)

Seperti yang telah disinggung, sumber pemanas antara oven dan microwave memiliki ragam berbeda. Perbedaan itu juga memengaruhi cara kerja oven yang mengubah energi panas dari listrik atau kompor untuk disebarkan ke seluruh ruang. 

Struktur oven yang terdiri dari lempengan panas juga membantu proses meratakan panas ke makanan. Namun, karena panas yang dihantarkan terpencar ke dalam wadah, proses memasak menggunakan oven cenderung lebih lama. 

Hal itu berbeda dengan microwave yang mengandalkan gelombang mikro elektromagnetik untuk menggerakkan dan menabrakkan molekur air di dalam makanan. Proses pemancaran gelombang mikro mampu menghasilkan panas hingga 50 derajat Celcius dalam waktu yang relatif singkat. 

Sehingga, berdasarkan penyebaran sumber panasnya microwave mampu memanaskan makanan lebih cepat dan efektif. 

Baca Juga: Perbedaan Madu Asli dan Palsu, Kamu Harus Tahu!

4. Makanan yang dihasilkan

Perbedaan oven dan microwave juga tampak pada hasil makanan yang diolah. Misalnya pada oven, makanan bisa garing di luar dan lembut di dalam karena menyerap panas yang tersebar secara merata. Proses memanggang yang dijalankan baik oleh oven juga membuat tampilan makanan cenderung cokelat khas baking

Sementara makanan yang dipanaskan menggunakan microwave tidak bisa bertekstur krispi atau berwarna kecokelatan. Pasalnya, gelombang mikro bekerja dari dalam dengan menaikkan suhu makanan, baru panasnya dikeluarkan. Mengingat fungsinya, microwave ditujukan untuk mengurangi kadar air sehingga hasil masakannya agak kering. 

5. Wadah yang digunakan

Perbedaan oven dan microwave
ilustrasi oven (freepik.com/senivpetro)

Perbedaan oven dan microwave juga terletak pada wadah yang digunakan untuk menampung makanan. Bahan yang aman dimasukkan ke dalam oven antara lain loyang kue, kertas aluminium foil, hingga keramik antipanas. 

Sementara wadah plasik dan kaca yang umumnya tidak tahan panas dilarang menjadi alas makanan saat dipanggang dalam oven. Namun, microwave bisa menoleransi kedua bahan itu selama terdapat sertifikasi khusus. Uniknya, proses pemanasan makanan di microwave tidak akan membuat wadahnya ikut panas. 

Jadi, saat kamu mengangkat makanan dari microwave kamu tidak butuh sarung tangan. Sedangkan sarung tangan masak mutlak dikenakan saat mengeluarkan loyang dari oven. 

Selain itu, harap diingat untuk tidak menghangatkan makanan yang dibungkus aluminium foilke microwave, sebab berpotensi terbakar.

6. Ukuran dan kapasitas volume

Dari segi ukuran dan kapasitas, kita bisa mengetahui perbedaan oven dan microwave. Produk oven yang lebih variatif memiliki ukuran yang juga beragam. 

Mulai dari yang terkecil dengan kapasitas 9 liter, oven listrik memiliki ukuran paling compact. Sementara oven untuk membuat roti atau pizza volumenya bisa mencapai 50 liter karena ditujukan untuk produksi massal. 

Nah, untuk microwave cenderung seragam dalam ukuran. Dengan kapasitas 30 liter, microwave punya volume yang tidak lebih fleksibel karena fungsinya yang terbatas pula.

7. Konsumsi daya dan biaya yang dihabiskan

Perbedaan oven dan microwave
ilustrasi microwave (freepik.com/Freepik)

Berdasarkan cara kerja dan durasi memanaskan makanan, microwave dinilai menggunakan daya listrik yang lebih besar dibanding oven. Namun, ini bukan berarti sepenuhnya tidak hemat energi, lho. 

Karena meski oven memakai energi panas yang lebih sedikit, tapi waktu memasaknya juga lebih lama karena untuk mematangkan masakan. Berbeda halnya dengan microwave yang hanya dioptimalkan untuk menghangatkan makanan.

Pada akhirnya oven justru menghabiskan daya listrik atau gas lebih banyak, dan bisa membuat pengeluaran lebih besar. Akan tetapi, biaya itu bisa sepadan dengan hasil panggangan yang memang mampu ditangani oleh oven. Bisa jadi microwave lebih hemat listrik, tapi bila tidak sesuai kebutuhan maka nilai gunanya tidak optimal. 

8. Harga produk

Bila menjelajahi situs jual beli, kamu bisa menemukan oven listrik mulai dari harga Rp200.000,- saja. Sementara harga yang dipatok microwave cenderung lebih tinggi berkisar di Rp750.000,-. 

Perbedaan oven dan microwave dari segi harga itu disebabkan oleh sistem efisiensi energi yang lebih baik pada microwave. Dengan budget lebih tinggi, kamu bisa mendapat teknologi hemat listrik yang lebih canggih pada microwave

Ada banyak aspek yang menunjukkan perbedaan oven dan microwave bila dilihat saksama. Mulai dari fungsi alat, cara kerja, sumber panas, hasil makanan, hingga efisiensi waktu yang dihabiskan.

Baik oven maupun microwave punya kegunaan tersendiri yang akan bermanfaat bila dipakai dengan tepat. Sebaiknya pahami kebutuhanmu dulu sebelum membeli, ya!

Baca Juga: 4 Perbedaan Chopper dan Blender yang Wajib Kamu Ketahui!

Bagikan:

Artikel Terpopuler

resep masakan terkait

Gliantika

Gliantika

Risotto Ayam Udang

Risotto Ayam Udang

(5.0)

5 langkah

330

Artikel Lainnya di tips