Dialami Isyana Sarasvati, Penyakit Lupus Itu Apa Sih?

Salah satu penyakit autoimun kronis

Dialami Isyana Sarasvati, Penyakit Lupus Itu Apa Sih?

penulis:

Dian Rahma Fika Alnina

Bagikan:

Melalui unggahan foto di media sosial, Isyana Saraswati mengabarkan kondisinya yang dirawat di rumah sakit akibat terdiagnosis suatu penyakit.

"Intinya akhir tahun lalu aku terdiagnosis autoimun, salah satunya SLE," tulis Isyana pada unggahan di akun Instagram @isyanasarasvati pada kamis (20/04).

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang dialami Isyana adalah bentuk penyakit lupus paling umum, dengan prevalensi penderita hingga 70 persen.  Lantas apa yang dimaksud dengan penyakit lupus itu sendiri?

1. Pengertian penyakit lupus

ilustrasi penyakit autoimun lupus
ilustrasi penyakit autoimun lupus (freepik.com/Freepik)

Sistem kekebalan kita bertugas melawan infeksi dan bakteri berbahaya demi menjaga tubuh tetap sehat. Namun, saat ada sesuatu yang mengacaukan sistem kekebalan, itu berbalik menyerang tubuh dan bisa menjadi penyakit autoimun.

Dilansir Medical News Today, lupus adalah penyakit autoimun jangka panjang (kronis) yang dapat menyebabkan peradangan hebat di beberapa bagian tubuh. Lupus terjadi karena sistem kekebalan melawan sel dan jaringan sehat secara tidak sengaja. Akibatnya, lupus dapat merusak banyak anggota tubuh termasuk sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah, dan otak.

Menurut Lupus Foundation of America, diperkirakan ada 1,5 juta orang di Amerika Serikat yang terdiagnosis lupus. Termasuk selebriti Selena Gomes yang berjuang dengan lupus sejak tahun 2014 silam. Sementara dalam tingkat global, estimasi pengidap lupus mencapai 5 juta orang dan kasus yang tidak terdiagnosis dipercaya lebih tinggi jumlahnya.

2. Jenis penyakit lupus

ilustrasi penyakit lupus
ilustrasi penyakit lupus (freepik.com/Freepik)

Ada banyak jenis penyakit autoimun, termasuk lupus eritematosus sistemik (SLE). Istilah lupus mengacu pada sejumlah penyakit kekebalan, tetapi SLE adalah jenis lupus yang paling umum. Sehingga istilah SLE dan lupus sering digunakan bergantian. Namun, ada jenis tiga lupus lainnya: 

  • Cutaneous lupus: Jenis penyakit lupus ini hanya memengaruhi kulit, tapi dapat berkembang menjadi SLE.
  • Lupus yang diinduksi obat: Dosis tinggi obat-obatan tertentu bisa menyebabkan lupus, tapi gejalanya mereda saat pengobatan dihentikan.
  • Lupus neonatal: Kondisi langka saat antibodi ibu memengaruhi janin. Sehingga saat lahir bayi mengalami ruam kulit, masalah hati, atau jumlah sel darah rendah. Mayoritas gejalanya hilang setelah 6 bulan. 

3. Penyebab penyakit lupus

ilustrasi penyebab penyakit lupus
ilustrasi penyebab penyakit lupus (freepik.com/Freepik)

Sampai saat ini para ahli belum bisa memastikan penyebab penyakit lupus, tetapi beberapa faktor telah dikatikan dengan SLE, misalnya:

  • Genetik: Penyakit lupus tidak berhubungan dengan gen tertentu, tetapi penderita sering memiliki anggota keluarga dengan kondisi autoimun lain. 
  • Lingkungan: Pemicu dari faktor lingkungan dapat berupa sinar ultraviolet, obat-obatan tertentu, stres fisik atau emosiona, dan trauma
  • Seks dan hormon: 90 persen penyakit lupus dialami oleh perempuan dengan gejala yang lebih parah selama menstruasi dan masa kehamilan. Hasil observasi itu membuat ahli medis menduga bahwa hormon estrogen mungkin berperan dalam menyebabkan SLE. 

Baca Juga: Menu Diet Mayo 13 Hari, Berat Badan Turun Efektif!

4. Gejala penyakit lupus

ilustrasi gejala penyakit lupus
ilustrasi gejala penyakit lupus (freepik.com/Freepik)

Penyakit lupus mengakibatkan peradangan yang dapat memicu berbagai gejala yang memengaruhi kulit, persendian, atau organ lain. Menurut American College of Rheumatology (ACR), banyak penderita lupus mengalami penurunan berat badan, demam, dan kelelahan. 

Karena sebagian gejala berkembang secara perlahan, penyakit lupus mungkin sulit dideteksi. Namun, gejala berikut dapat membantu dokter mendiagnosis lupus, seperti:

  • Ruam kulit di area hidung dan sekitar pipi yang berbentuk seperti kupu-kupu, yang berlangsung beberapa hari. 
  • Radang sendi, yaitu pembengkakakan atau nyeri sendi pada tangan, kaki, lutut, dan pergelangan tangan.
  • Nyeri dada saat menarik napas dalam-dalam.
  • Pembengkakan di kaki atau sekitar mata.
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Rambut rontok.
  • Merasa sangat lelah.

5. Pengobatan penyakit lupus

ilustrasi pengobatan penyakit lupus
ilustrasi pengobatan penyakit lupus (pexels.com/Anna Shvets)

Hingga kini belum tersedia obat untuk menyembuhkan penyakit lupus. Namun, tujuan pengobatan adalah untuk meringankan gejala SLE. Jenis perawatan dapat bervariasi tergantung pada seberapa parah gejala lupus dan bagian tubuh mana yang terpengaruh. 

  • Obat antiinflamasi untuk nyeri dan kaku sendi.
  • Krim steroid untuk ruam.
  • Kortikosteroid untuk meminimalkan respon imun. 
  • Obat antimalaria untuk masalah kulit dan persendian.
  • Obat pengubah penyakit atau agen sistem kekebalan yang ditargetkan untuk kasus lebih parah.

6. Makanan yang bermanfaat untuk penderita lupus

sayuran daun hijau
ilustrasi sayuran hijau (unsplash.com/garethhubbard)

Sebuah studi tahun 2021 dalam jurnal Rheumatology, menunjukkan bahwa penerapan diet mediterania bermanfaat menurunkan risiko kardiovaskular pada orang dengan SLE. Diet mediterania adalah pola makan yang mengutamakan konsumsi sayuran dan sumber protein tertentu meliputi:

  • Sayuran berdaun hijau, misal kubis dan bayam.
  • Biji-bijian utuh, misal beras merah dan gandum.
  • Lemak sehat dari minyak zaitun atau alpukat.
  • Ikan dengan omega-3 seperti kembung, sarden, dan tuna.
  • Kacang-kacangan dan polong-polongan.
  • Buah-buahan. 

Contoh pilihan sumber makanan itu sesuai dengan karakteristik diet yang optimal dalam mengatur sistem kekebalan tubuh pada penyakit lupus, dengan kriteria: 

  • Rendah kalori.
  • Rendah protein. 
  • Tinggi serat.
  • Tinggi asam lemak tak jenuh.
  • Tinggi vitamin dan mineral.
  • Tinggi polifenol.

Jadi, meski tidak ada obat untuk penyakit lupus, gejala dan komplikasinya dapat ditangani dengan mengatur pola makan sesuai panduan di atas.

7. Makanan yang harus dihindari pengidap penyakit lupus

makanan kontinental dessert
ilustrasi dessert (unsplash.com/Gaby Dyson)

Merujuk laman Centers for Disease Control and Development (CDC), dokter biasa menyarankan untuk menghindari makanan yang berlemak jika pasien mengalami hiperlipidemia (kolesterol tinggi) akibat lupus. 

Selain itu, pengidap penyakit lupus juga direkomendasikan untuk membatasi asupan gula karena terbukti dapat mengurangi peradangan. Daftar makanan yang sebaiknya ditinggalkan agar tidak memicu kekambuhan lupus meliputi: 

  • Olahan daging berlemak seperti sosis, hot dog, smoked beef, bacon, daging merah. 
  • Margarin, lard, dan shortening
  • Permen, kue, biskuit, dan makanan yang dipanggang.
  • Makanan beku, makanan kemasan ultra-proses, dan fast food.
  • Sereal tinggi gula. 
  • Soda dan minuman manis lain.
  • Alkohol. 
  • Saus, dressing, dan sirup yang kaya lemak serta gula.

Pembatasan makanan oleh penderita lupus harus didiskusikan bersama dokter atau ahli diet, untuk mengetahui makanan apa yang bisa memicu gejala dan membantu merencakan pola makan alternatifnya.

Penyakit lupus bisa terbentuk ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringannya sendiri. Berbagai cabang sistem kekebalan bergabung dengan serangan itu, sehingga tubuh mengalami inflamasi hebat.

Dengan penyebab yang belum diketahui pasti, SLE cenderung sulit dicegah dan dideteksi. Namun, para ahli telah mengembangkan berbagai perawatan yang bisa meringankan gejala serta pengaturan pola makan khusus bisa membantu pemulihan pasien.

Baca Juga: Memasak Jadi Pemicu Penyakit Asma Kambuh, Benarkah?

Topik

Bagikan:

Artikel Terpopuler

resep masakan terkait

tyasratno

tyasratno

Cah Jamur Wortel Kubis

Cah Jamur Wortel Kubis

(5.0)

15 mnt

229

Artikel Lainnya di nutrisi