Cublak Suweng: Blend Premium Baru yang Siap Manjakan Pencinta Kopi
Pencinta kopi, artikel ini khusus untukmu
Kalau Sobat Yummy sedang mencari kopi dengan karakter rasa yang unik, rilisan terbaru dari Roemah Koffie ini bisa masuk dalam daftar yang wajib dicoba. Bernama Cublak Suweng, premium roastery beans ini memadukan biji kopi Gayo dari Aceh dengan kopi Temanggung, Jawa Tengah, sehingga menghasilkan profil rasa yang seimbang dalam satu seduhan.
Menariknya, bukan hanya cita rasanya yang menjadi daya tarik. Di balik nama Cublak Suweng juga tersimpan cerita budaya Nusantara yang membuat pengalaman menikmati kopi terasa lebih berkesan.
1. Perpaduan dua karakter kopi Nusantara
Roemah Koffie mengombinasikan karakter bold khas kopi Gayo dengan nuansa karamel, hazelnut, dan cokelat dari kopi Temanggung. Hasilnya adalah blend dengan rasa yang kaya, tetapi tetap seimbang sehingga mudah dinikmati oleh berbagai preferensi pencinta kopi.
Untuk menjaga karakter tersebut, biji kopi diolah menggunakan proses wet hulled dan natural. Teknik ini menghasilkan kopi dengan acidity yang rendah, sentuhan earthy yang khas, rasa manis alami, dan body yang terasa padat di setiap tegukan.
2. Nikmat diseduh dengan berbagai metode
Menurut Commercial Director Roemah Koffie, Ryo Limijaya, Cublak Suweng dirancang agar tetap mempertahankan karakter kopi Indonesia sekaligus mudah dieksplorasi dalam berbagai racikan.
Sobat Yummy bisa menikmatinya sebagai black coffee untuk merasakan kompleksitas rasanya atau menjadikannya sebagai base espresso untuk latte, cappuccino, hingga berbagai minuman kopi berbasis susu. Fleksibilitas inilah yang membuat blend ini cocok dinikmati di rumah maupun digunakan di coffee shop.
3. Ada filosofi budaya di balik namanya
Nama Cublak Suweng diambil dari permainan tradisional Jawa yang sarat makna tentang kebersamaan dan kebahagiaan sederhana. Filosofi tersebut kemudian diterjemahkan Roemah Koffie ke dalam konsep tiga lingkaran, yaitu hubungan dengan diri sendiri, sesama, dan alam.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa secangkir kopi bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang cerita yang menyatukan banyak orang.
4. Kemasan yang menarik perhatian
Selain isi di dalamnya, kemasan Cublak Suweng juga dibuat penuh karakter. Ilustrasi kancil dan kura-kura menghiasi koffie tins bergaya klasik sebagai representasi cerita rakyat Indonesia yang mengangkat filosofi alon-alon asal kelakon.
Kemasan ini dirancang agar tak hanya menarik sebagai koleksi, tetapi juga cocok dijadikan buah tangan khas Indonesia bagi wisatawan maupun pencinta kopi.
5. Tak berhenti di secangkir kopi
Saat peluncurannya, Roemah Koffie juga mengajak tamu menikmati Tasting & Sensory Experience untuk mengenal lebih dekat karakter Cublak Suweng. Bahkan, aroma kopi ini dikembangkan bersama Boemi Botanical menjadi botanical room fragrance yang menghadirkan sensasi berbeda.
Di balik setiap produknya, Roemah Koffie juga terus bekerja sama dengan petani kopi lokal dan tengah menyiapkan program pemberdayaan bagi petani di Temanggung. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen mereka untuk menghadirkan kopi berkualitas sekaligus mendukung keberlanjutan industri kopi Indonesia. (WEB/AD)